05
Oct
07

SEDIH DAN MALAS DALAM IBADAH

Sangat sedih kerana tidak dapat menjalankan ketaatan kepada Allah, akan tetapi merasa malas melakukannya, adalah tandanya ia terpedaya oleh syaitan.

Kesedihan seperti ini adalah kesedihan yang bodoh dan palsu. Ia merasa rugi, tetapi ia tinggalkan. Ia merasa tertinggal, tetapi ia tidak mengejar. Adalah kemalasan yang luar biasa. Hamba seperti ini tidak berusaha mencari kesempatan, atau mempergunakan kesempatan, ia selalu dibelenggu oleh rasa senang mengikuti panggilan hawa nafsunya. Ia ingin bangkit berdiri, tetapi ia berada dalam mimpinya yang pulas. Untuk menghapus kemalasan seperti gambaran diatas, maka si hamba perlu memiliki semangat iman yang mampu menerangi kemalasan dan kesenangan. Andaikata kesedihan kita sampai menangis mencucurkan air mata pun diiringi penyesalan, akan tetapi tidak dengan usaha untuk mencapai apa yang menjadi kewajibannya sebagai hamba Allah, maka tangis dan penyesalan itu akan tinggal penyesalan belaka. Seperti diucapkan oleh Rabi’ah Andawiyah, seorang sufi wanita yang terkenal. Ia menyebut seorang laki-laki yang menyatakan dirinya sedih, lalu Rabi’ah menyatakan, “jangan engkau mengatakan sedih seperti itu, katakan, “Alangkah sedikitnya rasa sedihku. Sebagai, jikalau benar-benar engkau bersedih, kami kelak tidak diberi kesempatan untuk bersenang-senang.” Abu Ali Daqqaq berkata, “Orang yang menyesali dosa-dosanya mampu menempuh jalan Allah dalam waktu satu bulan, yang tidak dapat ditempuh oleh orang yang tidak menyesali kesalahan dan dosa-dosanya dengan perjalanan bertahun-tahun”. Dalam satu khabar disebutkan, bahawa Allah Swt. suka orang yang hatinya mau menyesali perbuatan dosa dan kesalahannya, dan berniat serta berusaha menghampus kesalahan dan menebus dosa-dosanya kemudian memperbaikinya dengan meningkatkan ibadah yang sunat.

Usaha seorang hamba mencapai kebaikan selamanya menghadapi kendala syaitan, biak yang berasal dari luar dirinya berupa penyakit godaan iblis maupun dari diri si hamba sendiri berupa hawa nafsu.

Hamba yang lemah imannya, mudah dihinggapi penyakit malas, letih hati sanubarinya, lalu manjadi malas. Keletihan dan kemalasan itulah yang membawa akibat terbengkalainya ibadah. Satu-satunya ubat mujarab untuk menangkal penyakit malas, tidak lain adalah muhahadah terus menerus serta tidak memberi peluang kepada perasaan malas itu menjadi nurani. Muhahadah terus menerus akan mencuba mempersenjatai hati manusia dengan iman dan keyakinan yang murni, menumbuhkan taqarrub kemudian menimbulkan himmah (semangat) untuk mempertahankan iman dan yakin. Apabila iman dan yakin itu telah dapat dipertahankan, maka akan tumbuhlah istiqamah. Peranan si hamba sendiri dengan cara memohon hidayah dan taufiq dari Allah Swt., adalah sangat penting untuk menghilangkan semua kendala yang dihadapi. Usaha-usaha dengan cara tersebut akan mengantarkan si hamba kepada martabat orang-orang yang mendapatkan jalan abrar.

Di-petik dari:-

TAZKIRAH JUMAAT

Al-Firdaus, KLCC 07 Zulkaedah 1418


0 Responses to “SEDIH DAN MALAS DALAM IBADAH”



  1. Tinggalkan Komen

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


Oktober 2007
M T W T F S S
    Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 57,254 hits

Mari kongsi ilmu cari duit dan buat wang

Flickr Photos

Trillium Lake Alpine Glow

Chin Scratching Short-eared Owl

Arrow . . .

Arrow - Macro Monday

" Arrow man "

More Photos

Pilihan Kategori

Jom Twitter

ViralHosts.com


%d bloggers like this: